BREAKING

Saturday, July 4, 2015

Kenali Gejala Awal Kanker Serviks

Pengertian Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim atau kanker mulut rahim merupakan penyakit yang mengancam wanita. Kanker serviks terjadi pada bagian reproduksi wanita. Leher rahim sendiri berada pada bagian sempit diantara vagina dan rahim, sehingga wanita yang terserang kanker serviks mengalami kondisi abnormal pada bagian tersebut.

Faktor utama kanker serviks adalah human papilloma virus (HPV) yang menyerang leher rahim. HPV dapat menyerang pria maupun wanita sehingga menyebabkan kutil pada kelamin. Kutil yang terjadi pada kelamin disebut kondiloma akuminatum. HPV akan hilang dengan sendirinya apabila sistem kekebalan tubuh penderita dapat mengatasinya sedangkan kanker serviks terjadi apabila terjadi infeksi yang sukar sembuh dalam waktu lama.

Kanker serviks sangat membahayakan bahkan dari 8000 kasus yang terjadi berakhir pada kematian. Kanker serviks muncul seakan tidak memiliki gejala sehingga penderita tidak pernah menyangka bahwa dirinya sudah terinfeksi kanker serviks.



Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks disebabkan oleh virus yang menyebabkan infeksi pada bagian leher rahim. Virus dapat sembuh dengan sendirinya apabila penderita memiliki sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus sedangkan untuk virus yang menatap dalam jangka waktu lama dan mengganas disebabkan karena kekebalan tubuh yang kurang.

Kanker serviks sangat mudah disebarkan melalui hubungan seksual. Apabila seseorang terinfeksi virus kemudian menyentuh daerah genital maka akan berpindah dan juga menginfeksi daerah leher rahim. Selain itu penularan virus HPV adalah dari closet WC yang terkontaminasi virus sehingga memungkin penderita yang terinfeksi HPV menularkan melalui closet WC ke daerah genital.

Penyebab selanjutnya adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E dapat menjadi penyebab HPV bertahan dalam jangka lama di dalam tubuh dan meyebabkan terjadinya kanker.

Risiko penyebab terjadinya kanker serviks adalah hubungan seks dibawah umur, berganti-ganti pasangan berhubungan seks atau berhubungan seks dengan pria yang suka berganti ganti pasangan, bahkan dapat juga disebabkan karena riwayat keluarga yang mengidap kanker.

Mengenali Gejala Awal Kanker Serviks

Mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah sebuah slogan yang tepat untuk penyakit yang mematikan seperti kanker serviks. Meskipun demikian pencegahan seringkali diabaikan karena penderita tidak begitu mengetahui gejala awal dari sebuah penyakit yang diderita.

Kanker serviks dikenal juga dengan the silent killer yaitu penyakit yang sulit ditemukan gejalanya akan tetapi dapat diketahui pada stadium lanjut, tentu saja ini membuat proses pengobatan menjadi sulit.

Perjalanan penyakit yang terinfeksi hingga menjadi kanker dapat terjadi 15-20 tahun.Apabila dilihat dari usia penderita penyakit kanker serviks dialami oleh wanita dalam rentan waktu 35-55 tahun. Apabila dihitung dari masa inkubasi maka wanita lebih rentan terkena virus HPV pada usia 20 tahun atau ketika melakukan aktivitas seksual.

Pada tahap awal kanker serviks tidak menimbulkan keluhan, penderita kanker serviks akan menimbulkan gejala pada stadium lanjut. Penderita kanker serviks tidak memiliki gejala yang khusus, meskipun beberapa penderita seringkali mengeluhkan nyeri panggul, pendarahan setelah senggama, pendarahan di luar haid atau mengalami keputihan yang tidak normal akan tetapi semua gejala diatas tidak dapat dikatakan kanker serviks karena masih harus melakukan serangkaian test yang dapat mendukung kondisi penderita.

Meskipun gejala awal dari kanker serviks sulit untuk diketahui akan tetapi pencegahan dini dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi pada saat remaja yaitu usia 10 tahun dapat memberikan perlindugan hingga mencapai 98%.
Selain melakukan vaksinasi yang harus dilakukan adalah dengan tidak berhubungan seks bebas dan menjaga gaya hidup sehat karena lingkungan dapat menjadi faktor penyebab kanker serviks yang mengancam wanita.

Kesimpulan

Kanker serviks merupakan penyakit yang mengancam kesehatan wanita bahkan kanker serviks adalah jenis kanker nomber dua yang membayakan wanita. Kanker serviks disebabkan karena HPV yang dapat menyerang siapa saja, HPV di dalam tubuh dapat disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Sedangkan yang menjadi penyebab kanker serviks adalah HPV yang menginfeksi tubuh dalam jangka waktu yang lama.
Wanita yang terserang HPV tidak memiliki gejala yang khusus, umumnya seperti wanita biasa. Infeksi HPV baru terjadi ketika sudah berada cukup lama di dalam tubuh penderita yaitu 10-15 tahun. Inilah yang menyebkan kanker serviks termasuk the silent killer, karena hampir dialami oleh penderita tanpa menimbulkan gejala.
Sedangkan beberapa gejala yang berhubungan dengan kanker serviks biasanya penderita merasa nyeri setelah senggama, mengalami pendarahan di luar haid, mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan intim dan keputihan abnormal yang terjadi pada penderita. Meskipun demikian gejala gejala tersebut tidak sepenuhnya dapat menjadi pertanda yang spesifik penderita mengalami kanker serviks.

Meskipun gejala awal sulit ditemukan akan tetapi apabila mengalami gejala seperti uraian diatas sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan serangkaian test kesehatan yang dapat menentukan apakah mengalami kanker serviks atau tidak mengalami kanker serviks. Pencegahan sangat penting dilakukan salah satunya dengan menghindari hubungan seks bebas, menjaga gaya hidup yang sehat dan juga melakukan vaksinasi.


Sumber : Kenali GejalaAwal Kanker Serviks - Bidanku.com 

Pap Smear ; langkah awal deteksi dini bagi penyakit kanker serviks | Inilah kapan tepatnya anda (wanita) harus melakukan tes Pap smear..

Pap smear adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan perihal kanker serviks pada wanita. Adapun wilayah kewanitaan yang diperiksa meliputi sel-sel dari leher rahim hingga panggul.

Langkah tes pap smear memberikan fakta medis keberadaan virus papiloma yang notabene adalah virus yang bertanggung jawab menyebabkan kanker serviks. Pap smear memberikan anda kesempatan untuk melakukan deteksi dini (early detection) dan mengambil langkah yang dibutuhkan sebelum terlampau parah.

Para dokter menyarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun, yang sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual untuk melakukan tes pap smear, karena biasanya pada usia tersebut alat reproduksi pada wanita telah berkembang sempurna.

Hal ini boleh dilakukan lebih awal jika ada riwayat kanker serviks dari ibu, seusai menjalani transplansi organ, kemoterapi dan/atau bila memiliki gaya hidup sering berganti pasangan.


Kanker serviks memang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, tapi bukan berarti orang-orang yang belum pernah berhubungan seksual tidak akan terkena kanker serviks. Kanker serviks dapat terjadi pada setiap wanita.

Pap smear merupakan langkah awal deteksi sekaligus langkah pencegahan dini bagi penyakit kanker serviks sebelum semakin parah.

Baca juga :  KENALI GEJALA AWAL KANKER SERVIKS

Berikut ini adalah saran para ahli tentang kapan tepatnya harus melakukan tes pap smear:

Telah Menikah

Pap smear hanya boleh dilakukan pada wanita yang sudah menikah. Atau bisa juga dilakukan pada wanita yang telah aktif secara seksual. Pap smear tidak boleh dilakukan pada gadis yang masih perawan, dikarenakan pada prosedur pemeriksaannya, pap smear memasukkan alat pemeriksaan ke rongga vagina.

Di Atas 30 Tahun

Para dokter meyakini pada usia di atas 30 perempuan justru lebih beresiko terkena kanker serviks, jadi perlu dilakukan tes pap smear secara teratur. Biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan dilakukan minimal setahun sekali. Sebaiknya diskusikan jadwal pemeriksaan Anda dengan dokter demi menjaga kesehatan leher rahim Anda.

Fungsi dan Manfaat dari Pap Smear

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pap smear ini dilakukan sebagai upaya dini mendeteksi adanya sel-sel yang tidak normal yang selanjutnya dapat mengetahui apakah seorang wanita menderita kanker serviks atau tidak.

Penderita kanker serviks stadium 1 pada umumnya tidak akan merasakan gejala-gejala tertentu. Sehingga dikhawatirkan, kanker serviks tanpa pap smear akan didiagnosa saat sel-sel kanker sudah memasuki stadium yang lebih lanjut.

Pada saat kanker serviks stadium 4, pengobatan biasa akan menjadi kurang efektif karena seperti kita ketahui, penyakit kanker belum ada obatnya.

Dengan melakukan pap smear, seorang akan lebih cepat mengetahui apakah ia memiliki sel-sel serviks yang abnormal aatau tidak. Pap smear ini adalah metode yang paling akurat seperti yang dikatakan oleh Organisasi Kanker Amerika meskipun hasilnya tidak dapat secara 100%. Tetapi, ketelitian serta keakuratan dari pap smear mencapai lebih dari 90% yang menandakan pap smear dapat menjadi sumber referensi valid terhadap kondisi sel serviks di dalam tubuh seorang wanita.

Untuk itu, seperti yang dianjurkan oleh Organisasi Kanker Amerika, wanita berusia 21 tahun atau lebih untuk melakukan pap smear segera. Sehingga dia bisa terhindar dari ganasnya kanker serviks yang jelas dapat merugikan banyak hal dalam hidup seorang wanita sampai dapat menyebabkan kematian.

Segeralah berkonsultasi pada dokter anda. Lakukan pap smear dan andapun akan terhindar dari kemungkinan besar terserang penyakit kanker serviks.

Inilah yang diharapkan menjadi perhatian bagi setiap wanita agar dapat mengupayakan pencegahan kanker serviks. Karena kanker serviks seperti kanker lainnya, menjadi penyebab tinggi kematian banyak wanita. (*)

Sumber: berbagai sumber.
  • (meetdoctor.com|faktakanker.com/jabar.tribunnews. com)

Berbuka puasa sebaiknya jangan dengan AIR ES, ini efeknya....

Berbuka puasa sebaiknya jangan langsung melepas dahaga dengan meminum minuman yang diging seperti air es, ternyata berbuka dengan langsung meminum dengan air dingin (air es) tidak baik buat tubuh kita.

Rasulullah, menganjurkan kita segera berbuka dengan kurma atau air putih pada saat berpuasa.
Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud) 

Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci."

Namun, sekarang orang cenderung membatalkan puasa dengan menyantap aneka es atau hidangan sarat gula.

Minuman dingin seperti es teh memang terasa sangat nikmat jika dikonsumsi saat berbuka puasa. Minum air es dinilai dapat menjadi pelepas dahaga, setelah lebih dari 12 jam tidak ada air minum yang masuk ke dalam tubuh. Namun, langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Praktisi gizi klinis dan olahraga, Rita Ramayulis, mengatakan, minuman yang terlalu dingin akan membuat kerja lambung lambat karena harus menyesuaikan dengan suhu tubuh. Terlebih lagi, perut telah lama tidak terisi makanan ataupun minuman saat puasa. Lambung pasti akan kaget ketika menerima air es.

"Jangan terlalu dingin. Sebaiknya tidak pakai es batu. Jika terlalu dingin, akan lebih lama menyesuaikan dengan suhu tubuh, hal itu bisa mengakibatkan perut terasa kembung atau penuh. Untuk berbuka puasa, sebaiknya dahulukan minum air putih yang tidak dingin. Setelah itu, bolehlah konsumsi minuman yang manis atau dengan camilan yang manis, seperti kurma.

Minuman seperti teh manis juga dianjurkan sebagai hidangan berbuka, untuk mengembalikan gula darah yang rendah selama berpuasa. Namun, minuman manis juga harus dalam porsi yang tidak berlebihan.

Jika sudah minum teh manis, sebaiknya kurangi konsumsi es buah, es cendol, atau hidangan takjil manis dan segar lainnya yang menggugah selera. Satu gelas teh manis saja sudah cukup untuk menaikkan gula darah dan membuat tubuh kembali berenergi.

Hal senada dikatakan oleh ahli gizi Grace Judio-Kahl. Menurut dia, minumlah air putih yang tidak dingin. Selain itu, kita juga bisa mengonsumsi buah-buahan yang manis saat berbuka puasa. "Buah punya kandungan air yang tinggi. Buah-buahan yang manis juga bisa menaikkan kembali gula darah yang turun selama puasa.

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Semoga bermanfaat.


dari berbagai sumber. 
 
Copyright © 2013 Yuli's Blog
Design by FBTemplates | BTT